Trending

Anak DPRD pemerkosa ABG serahkan diri, ini kronologinya

Akhirnya anak anggota DPRD Kota Bekasi, AT (21) yang perkosa dan jual ABG menyerahkan diri ke polisi. Keluarga memenuhi janji menyerahkan anak DPRD pemerkosa ABG itu ke polisi setelah dinyatakan buron. AT diburu dengan status tersangka kasus pemerkosaan terhadap remaja putri berinisial PU (15).

Kasus ini menjadi babak baru, setelah sebelumnya polisi menerima laporan pemerkosaan ini pada April lalu. AT sudah dipanggil berkali-kali namun mangkir. Keluarga pun mengaku sudah hilang kontak dengan AT sejak Januari tahun lalu.

Kronologi anak DPRD pemerkosa ABG serahkan diri

Ilustrasi pemerkosaan. Foto: Pixabay
Ilustrasi pemerkosaan. Foto: Pixabay

Kabag Humas Polres Metro Bekasi Kota Kompol Erna Ruswing mengungkapkan AT diserahkan langsung oleh keluarga dan pengacaranya pada subuh tadi pukul 04.00 WIB.

Dikutip dari Suara.com, Kompol Erna mengungkapkan setelah diserahkan ke polisi, AT langsung diperiksa secara intensif oleh penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Metro Bekasi Kota. Kompol Erna mengatakan detil daripada kasus tersebut rencananya akan diekspos pada Jumat sore 21 Mei 2021.

Kasus ini telah masuk ke polisi pada 12 April 2021. Orang tua PU melaporkan AT ke polisi.

Dalam proses penyidikan, polisi panggil AT berkali-kali, namun selalu mangkir. Polisi pun mengancam siap jemput paksa pelaku.

Namun keluarga AT pun angkat tangan, ngaku nggak tahu keberadaan AT sebab sudah berbulan-bulan hilang kontak dengan keluarga.

Polisi menetapkan AT sebagai tersangka dalam kasus pemerkosaan ini pada 6 Mei 2021.

Awal kasus

Komnas Perlindungan Anak kunjungan ke keluarga PU
Komnas Perlindungan Anak kunjungan ke keluarga PU. Foto Instagram @komnasanak

Terungkapnya kasus perkosaan dan penjualan remaja PU ini bermula dari keluhan PU. Kepada ayahnya PU curhat mendapatkan perlakuan kasar dari AT. Usut punya usut, PU ngaku sudah 4 kali mendapatkan kekerasan dari AT.

Ayah PU kemudian mengadukan kekerasan ini kepada orang tua AT pada 11 April 2021.

Orang tua AT merespons telpon ayah PU, dan mereka bersedia mengganti semua biaya pengobatan.

Ayah PU nggak teriam mendengar jawaban orang tua AT itu. Ayah PU merasa direndahkan, kok malah dengan enteng urusan biaya diganti.

“Di situ lah saya menganggap meremehkan harga diri saya menjadi terinjak-injak. Saya tidak terima dengan kata-kata itu,” ujarnya.

Yang diinginkan ayah PU adalah ada permbicaraan antarkeluarga bagaimana baiknya nasib anaknya tersebut.

Beberapa jam selepas bicara per telepon dengan orang tua AT itu, ayah PU nggak mendapatkan kejelasan bagaimana penyelesaian kasus ini.

Akhirnya ayah PU membawa kasus ini ke jalur hukum lah. Orang tua melaporkan kasus ini ke Polres Metro Bekasi Kota.

Maksud orang tua PU ingin meminta proses hukum kasus penganiayaan, namu ternyata dalam pemeriksaan polisi, PU mengaku telah diperkosa AT.

Makanya orang tua PU melaporkan AT dengan dugaan tindakan pemerkosaan.

“Di tanggal 12 (Senin 12 April 2021) saya langsung melapor ke unit PPA karena anak saya masih di bawah umur dan pelaku sudah dewasa berusia 21 tahun,” katanya.

Sehari kemudian, keluar hasil visum. Dan ironisnya, hasilnya PU menderita penyakit kelamin kondiloma yang berpotensi jadi kanker.

Untungnya segera dioperasi dan pada 17 April 2021 penyakit itu dinyatakan sembuh lho.

Dalam pemeriksaan, PU juga ngaku dijual AT ke lelaki hidung belang melalui aplikasi MiChat gitu. Sebagai PSK online, PU ngaku melayani 4 sampai 5 orang tiap harinya.

PU aslinya nggak betah dan ingin melarikan diri pulang, namun selalu dicegah oleh AT.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close