Fit

Cefadroxil: Cara mengonsumsi hingga bahaya pemakaiannya

Cefadroxil merupakan jenis obat antibiotik yang hanya boleh digunakan sesuai resep dokter. Obat ini perlu dihabiskan sesuai resep dokter meski gejala telah mereda demi mencegah bakteri menjadi kebal di kemudian hari.

Cefadroxiil sendiri merupakan obat untuk mengatasi infeksi bakteri di tenggorokan, saluran kencing, kulit atau jantng. Obat ini tersedia dalam bentuk tablet berisi cefadroxil monohydrate 500 mg. Berikut penjelasan tentang cara pemakaiannya yang benar hingga bahaya pemakaian cefadroxill melansir Alodokter.

Cara mengonsumsi cefadroxil

Sebelum mengonsumsi cafadroxil, ada beberapa peringatannya lebih dulu. Yakni beri tahu dokter jika pernah mengalami alergi terhadap obat ini, berthati-hati jika menderita gangguan ginjal, gangguan pencernaan serta asma, beri tahu dokter jika menggunakan obat-obatan lain, segera beri tahu dokter jika terjadi alergi atau overdosis setelah mengonsumsi obat ini.

Beberapa infeksi bakteri yang dapat diatasi dengan mengonsumsi cefadroxil adalah faringitis, infeksi saluran kemih, infkesi kulit dan endokarditis.

Ilustrasi obat. Foto: Ist.
Ilustrasi obat. Foto: Ist.

Dosis cefadroxil untuk dewasa adalah 1-2 gram per hari dibagi menjadi 2 kali sehari. Sementara dosis untuk anak-anak lebih dari enam tahun adalah 30-40 mg/kgBB per hari, dengan dosis maksimum 100 mg/kkBB per hari. Berikut cara mengonsumsi obat ini dengan benar:

  • Ikuti anjuran dokter
  • Habiskan semua obat yang sudah diberikan dokter meski merasa sehat demi mencegah kambuhnya infeksi dan bakteri menjadi kebal terhadap cefadroxil
  • Minumlah dengan air putih dan jangan mengunyah atau membuka kapsulnya lebih dlu.
  • Konsumsi cefadroxill pada jam yang sama setiap harinya dengan jarak waktu yang cukup antara satu dosis dengan dosis berikutnya.
  • Tidak berbagi antibiotik dengan orang lain.
  • Simpan di tempat yang sejuk dan kering serta terhindar dari sinar matahari langsung.

Efek samping dan bahayanya cefadroxil

Obat ini jga memiliki beberapa efek samping yang tidak diinginkan, seperti diare, sakit maag, mual, muntah, ganggan pencernaan dan demam. Bila muncul reaksi alergi seperti ruam kulit gatal, wajah bengkak hingga sesak napas.

Tak hanya itu, cefadroxil juga akan menimbulkan interaksi jika dikonsumsi bersamaan dengan obat lain. Diantaranya:

  • Penurunan efektivitas masing-masing obat
  • Penurunan efektivitas vaksin BCG dan vaksin tifoid
  • Melemahkan efek pil KB
  • Timbul efek samping dari cefadroxil bila dikonsumsi dengan probenecid.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close