Trending

Keluarga korban Sriwijaya Air SJ 182 layangkan gugatan untuk Boeing

Keluarga korban yang tewas dalam kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ 182 menggugat The Boeing Company. Gugatan dilayangkan ke Pengadilan Tinggi King County di Negara Bagian Washington, Amerika Serikat, melalui Herrmann Law Group.

“Kami sudah mendaftarkan gugatan hukum ke pengadilan wilayah bagian Washington. Mudah-mudahan akan ada tambahan gugatan (dari keluarga korban) karena semakin banyak klien lagi,” ujar pengacara utama kasus Herrmann Law Group Mark Lindquist dalam keterangan yang dikirimkan kepada wartawan, Jumat (21/5/2021).

Gugatan tersebut menuduh Boeing gagal memperingatkan maskapai penerbangan dan pengguna lainnya tentang cacat pada throttle otomatis (autothrottle) dan bahayanya memarkir pesawat selama beberapa bulan. Seperti diketahui, penerbangan Sriwijaya Air Flight SJ 182 yang jatuh di Laut Jawa menggunakan pesawat Boeing 737-500.

Pesawat tersebut telah diparkir selama sembilan bulan selama pandemi. Lindquist menilai, sebagai produsen pesawat, Boeing memiliki kewajiban berkelanjutan untuk memperingatkan dan menginstruksikan maskapai penerbangan tentang bahaya yang diketahui atau perlu diketahui oleh produsen terkait pesawat tersebut.

Federal Aviation Administration (FAA) telah memperingatkan maskapai penerbangan dan produsen pesawat bahwa memarkir pesawat selama lebih dari tujuh hari dapat mengakibatkan korosi dan masalah lainnya yang berkaitan.

“Dalam gugatan hukum kami menuntut Boeing karena gagal memberikan informasi yang cukup dan tepat tentang autothrottle. Kami juga menuntut Boeing karena gagal memperingatkan maskapai atas bahaya pesawat yang sudah terpakir selama berbulan-bulan,” tutur Lindquist.

Keyakinan terkait kesalahan yang dilakukan Boeing, menurut Lindquist, didukung pula dengan adanya Airworthiness Notification untuk pesawat Boeing 737-300, 400, dan 500 series yang dikeluarkan FAA bagi maskapai AS.

Kondisi tidak aman

Pemberitahuan tersebut dikeluarkan berdasarkan informasi yang dipelajari dalam penyelidikan kecelakaan Sriwijaya Air Flight SJ 182. Dalam pemberitahuan itu dinyatakan ada “kondisi tidak aman” di pesawat.

FAA menemukan bahwa kegagalan kabel syncho flap mungkin tidak terdeteksi oleh komputer auto-throttle. Kecacatan ini dapat mengakibatkan hilangnya kendali atas pesawat.

Sedangkan pada sisi investigasi awal oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi Indonesia (KNKT) menunjukkan adanya dorongan asimetris dari mesin sebelum SJ 182 menukik fatal. Secara spesifik, throttle kiri berkurang sementara throttle kanan tidak.

Kendati demikian, FAA menyatakan masih terlalu dini untuk menarik kesimpulan bahwa kecelakaan terjadi karena akibat langsung dari kegagalan kabel syncho. Namun, Lindquist meyakini dalam proses penyelidikan ke depannya akan ada cukup bukti yang menunjukkan kesalahan Boeing. “Ini penyelidikan pada tahap awal tapi kami memiliki bukti cukup bahwa Boeing bersalah. Setelah penyelidikan berjalan kami akan mendapatkan bukti lainnya. Itu belum final, yang pastinya kami akan memonitor hasil KNKT, kami juga melakukan penyelidikan sendiri, ” kata Lindquist.

Suasana konferensi pers yang digelar kuasa hukum dan keluarga para korban Sriwijaya AIr SJ 182. Foto: Ist
Suasana konferensi pers yang digelar kuasa hukum dan keluarga para korban Sriwijaya AIr SJ 182. Foto: Ist

Selama beberapa dekade, Herrmann Law telah dikenal secara internasional sebagai firma utama untuk litigasi penerbangan. Pada tahun 1983, Herrmann mewakili 89 keluarga korban yang kehilangan orang yang dicintainya ketika sebuah MIG Soviet menembak jatuh sebuah penerbangan komersial, penerbangan KAL 007. Insiden internasional ini menjadi dasar untuk sebuah buku dan film, “Shootdown”.

The Herrmann Law Group, didirikan pada tahun 1950 oleh mantan Senator Negara Bagian dan Komisioner Asuransi Negara Bagian Karl Herrmann, adalah firma hukum yang menangani cedera pribadi yang berkantor di Seattle dan Tacoma di A.S.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close