Trending

Metronidazole obat apa sih? Ini manfaat, dosis dan aturan pakai

Metronidazole obat apa sih? Mungkin ada banyak yang bertanya soal kegunaan, manfaat dari obat tersebut. Ya, metronidazole merupakan obat tablet 500 miligram berjenis generik antimikroba yang memiliki manfaat untuk mengobati infeksi trichomonas vaginalis.

Selain itu obat ini juga memiliki manfaat mengatasi masalah bakterial vaginosis (infeksi gardnerella vaginalis) dan infeksi entamoeba histolytica dan giardia lambia alias penyakit giardiasis.

Seperti disitat Alodokter, Jumat 21 Mei 20211, obat ini juga digunakan untuk pembedahan dan sepsis ginekologi dengan aktivitas utama terhadap bakteri anaerob kolon, terutama Bacteroides fragilis.

Catatan untuk obat ini, yakni harus digunakan sesuai petunjuk dokter. Penasaran lebih jauh soal obat metronidazole? Berikut ulasannya.

Kategori dan dosis Metronidazole

Jika berdasarkan kategori, metronidazole merupakan obat berjenis antibiotik. Di mana dosis pengkonsumsiannya berbeda-beda. Untuk Trikomoniasis yakni dua kali per hari selama tujuh hari.

Untuk Amubiasis hati intestinal pada dewasa yakni 3 kali sehari 500-750 mg selama 5-10 hari. Untuk anak 30 mg/kgBB per hari dalam 3 dosis terbagi, selama 8-10 hari.

Untuk Giardiasis, dewasa tiga kali sehari 250-500 mg per hari selama 5-7 hari; anak 15 mg/kgBB per hari dalam dua dosis terbagi selama 5-10 hari. Untuk infeksi anaerob (biasanya selama tujuh hari), dewasa: 3 kali sehari 500 mg selama 7 hari; Anak: 7.5 mg/kgBB setiap 8 jam.

Aturan pakai

Adapun metronidazole merupakan obat yang dikonsumsi setelah makan. Di dalam dus, umumnya terdapat 10 strip, di mana tiap stripnya berisi 10 tablet.

Nah, ada satu hal yang mesti Anda perhatikan. Kontra indikasi berkaitan dengan hipersensitivitas terhadap metronidazol, kehamilan trimester 1, menyusui, riwayat penyakit darah, gangguan SSP.

Yang pasti obat ini harus dengan resep dokter. Pemberian lebih dari 7 hari hendaknya disertai dengan pemeriksaan leukosit secara berkala. Bila ditemukan ataksia, kejang, atau gejala SSP lainnya, maka metronidazole harus segera dihentikan.

Dosis metronidazole juga perlu dikurangi pada pasien dengan penyakit obstruksi hati berat, sirosis hati, gangguan fungsi ginjal berat. Kategori B: Mungkin dapat digunakan oleh wanita hamil. Penelitian pada hewan uji tidak memperlihatkan ada nya risiko terhadap janin, namun belum ada bukti penelitian langsung terhadap wanita hamil.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close